Notification

×

Indeks Berita

Tag Terpopuler

✕ Tutup Iklan

Wujud Penghargaan bagi Warga Binaan yang Berkelakuan Baik Rutan Kelas I Medan Serahkan Remisi Khusus Waisak.

04 Juni 2026 | Kamis, Juni 04, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-06-04T07:15:52Z
Rutan Kelas I Medan  memberikan Remisi Khusus (RK) dan Pengurangan Masa Pidana dalam rangka Hari Raya Waisak 2570 BE/2026 kepada warga binaan yang beragama Buddha, Minggu (31/05).



Medan, detik86news.com  – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Medan Kanwil Ditjenpas Sumut, melaksanakan kegiatan Penyerahan Remisi Khusus (RK) dan Pengurangan Masa Pidana dalam rangka Hari Raya Waisak 2570 BE/2026 kepada warga binaan yang beragama Buddha, Minggu (31/05). Kegiatan ini berlangsung khidmat dengan mengusung tema “Dharma Menjaga Perdamaian Dunia.”

Pemberian Remisi Khusus Hari Raya Waisak merupakan bentuk penghargaan negara kepada warga binaan yang telah menunjukkan perubahan perilaku ke arah yang lebih baik, aktif mengikuti program pembinaan, serta memenuhi persyaratan administratif dan substantif sesuai ketentuan yang berlaku.

Pada peringatan Hari Raya Waisak tahun ini, sebanyak 29 warga binaan Rutan Kelas I Medan menerima Remisi Khusus (RK I) dengan rincian sebagai berikut:

* RK I selama 15 hari sebanyak 9 orang;

* RK I selama 1 bulan sebanyak 19 orang;

* RK I selama 2 bulan sebanyak 1 orang.

Dalam amanatnya, Kepala Rutan Kelas I Medan, Andi Surya, membacakan sambutan dari Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Menimipas), Agus Andrianto, ia mengatakan pemberian Remisi dan PMP Khusus merupakan wujud pemenuhan hak bagi Narapidana dan Anak Binaan yang telah memenuhi syarat administratif dan substantif sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Ini merupakan bentuk penghargaan negara kepada Narapidana dan Anak Binaan yang telah menunjukkan perubahan perilaku positif serta aktif mengikuti program pembinaan selama menjalani pidana di Lapas, Rutan, dan LPKA.

Menimipas berharap pemberian Remisi menjadi motivasi bagi Narapidana dan Anak Binaan untuk terus memperbaiki diri serta mempersiapkan diri kembali berintegrasi secara sehat dan produktif di tengah masyarakat. “Momentum Waisak hendaknya menjadi sarana refleksi diri untuk terus memperbaiki perilaku, memperkuat pengendalian diri, serta meningkatkan kualitas spiritual dan moral dalam menjalani kehidupan,” harapnya.(JB).

 
tutup Iklan
tutup Iklan