Notification

×

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Fraksi PKS Soroti Penurunan Target PAD Medan Rp229 Miliar dalam P-APBD 2026

15 September 2026 | Selasa, September 15, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-15T09:49:39Z
dr. H. Ade Taufiq, Sp.OG, saat membacakan pemandangan umum Fraksi PKS terhadap penjelasan kepala daerah atas Ranperda P-APBD 2026 dalam rapat paripurna DPRD Kota Medan, Senin (14/9/2026). 
.
Medan,detik86news.com  —Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Kota Medan mempertanyakan penurunan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp229 miliar lebih atau 5,59 persen dalam rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) 2026. 

Pertanyaan itu disampaikan dr. H. Ade Taufiq, Sp.OG, saat membacakan pemandangan umum Fraksi PKS terhadap penjelasan kepala daerah atas Ranperda P-APBD 2026 dalam rapat paripurna DPRD Kota Medan, Senin (14/9/2026). 

Ade mengatakan, penurunan target PAD perlu dijelaskan karena terjadi ketika anggaran pendapatan dan belanja daerah justru meningkat. Dalam rancangan perubahan APBD, pendapatan daerah bertambah sekitar Rp343 miliar atau 5,05 persen menjadi Rp7,138 triliun lebih. Sementara itu, belanja daerah meningkat sekitar Rp780 miliar atau 12,30 persen menjadi Rp7,731 triliun lebih.
 
“Target PAD P-APBD tahun 2026 terjadi penurunan sebesar Rp229 miliar lebih atau 5,59 persen. Kami mempertanyakan apa dasar Pemerintah Kota Medan dalam penetapan PAD tersebut dan apa langkah serta strategi pemerintah dalam mencapai target PAD tahun 2026,” kata Ade.

Fraksi PKS juga mempertanyakan pengurangan target pajak Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) sekitar Rp85 miliar dibandingkan dengan perencanaan sebelumnya. Selain itu, PKS meminta penjelasan mengenai kenaikan dana bagi hasil pajak sekitar Rp199 miliar sehingga menjadi Rp292 miliar lebih setelah perubahan. 

“Kenapa kenaikannya begitu besar? Apa yang menjadi dasar penghitungan sehingga terjadi ketimpangan yang begitu besar?” ujar Ade. 

Selain persoalan pendapatan, PKS meminta Pemko Medan memastikan kenaikan anggaran pada seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) dapat direalisasikan secara optimal. PKS juga mengingatkan agar pelaksanaan P-APBD 2026 tidak kembali menghasilkan sisa lebih pembiayaan anggaran (SILPA) seperti tahun sebelumnya. 

Fraksi PKS menyoroti kesepakatan agar 35 persen belanja pembangunan P-APBD 2026 diprioritaskan untuk wilayah Medan bagian utara. Pemko Medan diminta merinci program dan kegiatan yang disiapkan untuk memenuhi kesepakatan tersebut.

PKS turut meminta Pemko Medan mengevaluasi proses rekrutmen dan pengangkatan kepala lingkungan menyusul penangkapan tiga oknum kepling yang diduga terlibat kasus narkoba sepanjang 2026. 

Selain itu, PKS mendorong pemerintah menyiapkan kajian jaringan drainase untuk mengantisipasi banjir, menciptakan lapangan kerja baru, menjaga daya beli masyarakat, serta mengoptimalkan program e-Loket Pajak guna meningkatkan PAD.(BR).






 
tutup Iklan
tutup Iklan