MEDAN, detik86news.com — Pemerintah Kota Medan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Penguatan dalam Pelaksanaan Tracing TBC dan Cek Kesehatan Gratis (CKG) serta Pembentukan Kelurahan Siaga Tuberkulosis Kota Medan, Senin (12/10/2026). Kegiatan yang berlangsung di Kantor Camat Medan Kota ini bertujuan memperkuat koordinasi lintas sektor dalam meningkatkan capaian skrining tuberkulosis (TBC) dan mempercepat upaya penanggulangan TBC di Kota Medan.
Kegiatan tersebut melibatkan jajaran pemerintah kota, Dinas Kesehatan, para camat, kepala puskesmas, serta unsur kewilayahan lainnya. Melalui rapat koordinasi ini, pemerintah mendorong keterlibatan aktif pemerintah kecamatan dan kelurahan dalam mendukung pelaksanaan pelacakan kontak TBC yang terintegrasi dengan CKG, terutama untuk memastikan masyarakat yang menjalani pemeriksaan sesuai dengan kriteria sasaran program.
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Medan Muhammad Sofyan, dalam arahannya menekankan bahwa penanggulangan TBC membutuhkan kerja sama seluruh unsur pemerintahan. Menurutnya, camat, lurah, kepala lingkungan, dan kader kesehatan memiliki peran penting dalam membantu Dinas Kesehatan serta puskesmas menjangkau masyarakat yang menjadi sasaran pemeriksaan.
Ia juga menyoroti masih adanya masyarakat yang enggan menjalani pemeriksaan karena kurangnya pemahaman atau keraguan terhadap pihak yang mengajak mereka mengikuti skrining. Oleh karena itu, keterlibatan kepala lingkungan dinilai penting untuk membangun kepercayaan masyarakat sekaligus memberikan pemahaman mengenai pentingnya pemeriksaan dini.
“Penanganannya, rekan-rekan camat, bantu! Bantu dukung rekan-rekan Dinas Kesehatan yang melalui UPT Puskesmas yang ada di wilayah masing-masing,” ujar Muhammad Sofyan dalam arahannya.
Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan, Surya Saputra Pulungan, menjelaskan bahwa pelaksanaan tracing TBC yang terintegrasi dengan CKG merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan capaian penemuan kasus dan memenuhi indikator program penanggulangan TBC. Namun, pelaksanaan skrining masih menghadapi sejumlah kendala sehingga diperlukan penguatan koordinasi dengan seluruh pihak terkait.
Ia menjelaskan bahwa sasaran pemeriksaan meliputi masyarakat yang memiliki kontak erat atau kontak serumah dengan pasien TBC, orang yang mengalami gejala batuk, perokok, penyandang diabetes melitus (DM), orang dengan HIV, serta kelompok masyarakat lain yang memiliki faktor risiko.
Dalam penyampaiannya, Surya menegaskan bahwa keberhasilan program tidak dapat dicapai tanpa keterlibatan pemerintah kewilayahan.
"Perlu sinergitas, kolaborasi dengan seluruh jajaran ya, termasuk kewilayahan,” ujarnya.
Menurutnya, dukungan camat dan lurah diperlukan untuk membantu puskesmas mendatangkan masyarakat yang sesuai dengan kriteria sasaran pemeriksaan. Dengan demikian, pelaksanaan skrining diharapkan lebih tepat sasaran dan mampu meningkatkan capaian indikator penanggulangan TBC di Kota Medan.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Medan, Sereiviana Faradillah, turut menjadi bagian dari jajaran Dinas Kesehatan yang terlibat dalam penguatan program tersebut. Dalam pemaparan mengenai pelaksanaan tracing TBC, disampaikan bahwa salah satu kendala yang dihadapi adalah ketidaksesuaian antara kriteria masyarakat yang seharusnya diperiksa dan peserta yang hadir di lokasi skrining.
Sebagian masyarakat yang diundang tidak hadir karena merasa malu atau terkendala jarak menuju lokasi pemeriksaan. Selain itu, terdapat peserta yang hadir tetapi tidak sesuai dengan kriteria sasaran yang telah ditetapkan. Kondisi tersebut dapat memengaruhi pencapaian indikator program.
Karena itu, dukungan pemerintah kecamatan dan kelurahan diperlukan untuk membantu proses edukasi, pendataan, serta pendampingan masyarakat yang menjadi sasaran pemeriksaan.
Dinas Kesehatan menegaskan pentingnya dukungan pemerintah kewilayahan agar masyarakat yang menjalani skrining benar-benar sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan.
“Dengan koordinasi kewilayahan ini kita meminta atau memohon bantuan dari kewilayahan sehingga nanti seperti yang disampaikan Pak Kadis tadi, yang datang untuk dilakukan skrining itu adalah yang memang sesuai dengan kriteria."
Dukungan terhadap pelaksanaan program juga disampaikan oleh Dr. Hari Putra Darmawan dari Puskesmas Sentosa Baru, Kecamatan Medan Perjuangan. Ia menyampaikan bahwa pihak puskesmas terus berupaya melaksanakan kegiatan penanggulangan TBC melalui koordinasi dengan berbagai sektor terkait.
"Kalau dari kami Puskesmas Sentosa Baru, pada dasarnya tetap melaksanakan kegiatan ini dengan sebaik-baiknya, koordinasi dengan lintas sektor untuk meningkatkan capaian atau target yang sudah ditentukan,” ujar Hari Putra Darmawan.
Ia menambahkan bahwa koordinasi yang telah berjalan perlu terus ditingkatkan agar semakin banyak masyarakat yang bersedia datang untuk menjalani skrining TBC.
“Selama ini memang tadi sudah disampaikan juga koordinasi kita sudah baik, mungkin ada beberapa hal yang harus ditingkatkan lagi agar masyarakat lebih mau datang untuk skrining,” tambahnya.
Selain penguatan pelaksanaan tracing TBC dan CKG, rapat koordinasi ini turut membahas pembentukan Kelurahan Siaga Tuberkulosis sebagai bagian dari upaya memperkuat peran pemerintah di tingkat kelurahan. Program tersebut diharapkan dapat mendorong keterlibatan masyarakat dalam pencegahan, penemuan kasus, dan penanggulangan TBC secara berkelanjutan.
Dinas Kesehatan juga menekankan pentingnya sosialisasi mengenai gejala TBC, pencegahan penularan, serta pemeriksaan dini. Masyarakat yang mengalami gejala atau termasuk kelompok berisiko diimbau untuk memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat. Pemeriksaan dan pengobatan TBC disampaikan tersedia secara gratis melalui fasilitas pelayanan kesehatan.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Medan berharap sinergi antara Dinas Kesehatan, puskesmas, pemerintah kecamatan, kelurahan, kepala lingkungan, dan kader kesehatan semakin kuat. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan ketepatan sasaran skrining, mempercepat penemuan kasus, serta mendukung target eliminasi tuberkulosis di Kota Medan pada 2030.(JB).
