Pukul 05.00 WIB subuh Rifai yang bertempat tinggal di Kelambir 5 Gg. Bunga ini dengan semangat 45 berangkat menggowes sepedanya menuju titik kumpul di Lapangan Banteng, Minggu (19/06/22).
Setelah berada di Lapangan Banteng Fa'i, pria berkaca mata berambut gondrong ini kemudian menerima baju kaos dari Mitra Media yang dipunggungnya bertuliskan "HUT Bhayangkara ke -76".Dengan perasaan bangga Fa'i pun memakainya.
Kemudian Fa'i melanjutkan mencari Kupon Door Prize yang di informasikan temannya, "Dimana ambil kuponnya door prize nya y pak..?!," tanyanya kepada teman wartawan lainnya.
"Nanti dibagikan di pintu start," kata peserta yang lain.
Tiba - tiba seorang petugas datang membagikan kupon, Fa'i pun menerimanya. Setelah mengamati kupon tersebut ternyata hanya kupon vocer makan.
Sembari menunggu waktu start Fa'i pun kemudian ber-foto selfi bersama teman wartawan seprofesinya. Tiba tiba terdengar suara riuh, ternyata waktu start sudah di mulai. Sambil menggowes speda pandangannya pun menelusuri pintu start, berharap mendapat kupon doorprize berhadiah, tapi ternyata tidak ada pembagian kupon.
Sepanjang jalan, sambil menggowes spedanya, naluri jurnalisnya pun mulai menelusuri tentang kupon, siapa yang membagikan kupon dimana dibagikan kapan dibagikan namun tidak ada jawaban.
Tiba di garis finish Makodam 1/BB Fa'i kemudian menyerahkan kupon kepada petugas, didalam hatinya dia berharap smoga kupon yang dimilikinya juga berhadiah, "Ini voucher makan pak, bukan kupon berhadiah," terang petugas kepadanya.
Pupus sudah usaha Fa'i mendapatkan kupon berhadiah, selesai menikmat makan siang hasil penukaran voucher, akhirnya dengan langkah gontai diapun meraih sepedanya kemudian menggowes meninggalkan lokasi finish walaupun acara hiburan masih berlanjut.
Setibanya dirumah, Fa'i langsung tepar kelelahan datas tempat tidur kemudian tertidur pulas, hingga tiba - tiba dia tersentak dering panggilan HP nya membangunkan nya.
Terdengar khabar dari Hp,"Kok terus pulang..?! ini ada acara "saweran", aku dapat 500 ribu, wah sayang kali y sudah pulang," panggilanpun berakhir.
Dengan rasa kecewa Fa'i pun merenungi nasibnya, Kupon tak dapat sawer pun lewat, namun apa daya semua sudah berlalu tetapi dia tetap semangat sebagai jurnalis dan berniat menuliskan kisahnya, namun dia sadar sebagai wartawan tidak mungkin dia menulis dengan Nara sumber dirinya sendiri. Akhirnya dia meminta supaya kisahnya dituliskan.(JB).
