Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Pemprov Sumut Percepat Pembangunan Jembatan di Wilayah Terdampak Banjir

25 Februari 2026 | Rabu, Februari 25, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-25T16:41:43Z
Seluruh narasumber memaparkan percepatan pembangunan jembatan dan penanganan banjir dalam konferensi pers Pemerintah Provinsi Sumatera Utara di Kantor Gubernur Sumut, Medan, Rabu (25/2/2026).


MEDAN, DETIK86NEWS.COM – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mempercepat pembangunan jembatan di sejumlah wilayah terdampak banjir guna memulihkan konektivitas dan distribusi logistik masyarakat.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sumut Basarin Yunus Tanjung mengatakan, pembangunan 10 jembatan dilakukan bekerja sama dengan Tentara Nasional Indonesia. Hingga saat ini, delapan jembatan telah selesai dibangun.

“Namun, akibat banjir pada 11 dan 16 Februari, satu jembatan kembali bergeser dan mengalami kerusakan. Saat ini sedang kami perbaiki agar bisa segera difungsikan,” ujar Basarin pada temu pers di Kantor Gubernur Sumut, Rabu (25/2/2026).

Ia menjelaskan, wilayah terdampak tidak sepenuhnya terisolasi. Akses masih dapat dilalui kendaraan roda dua dan pejalan kaki. Sementara kendaraan roda empat baru bisa melintas setelah perbaikan jalan dan jembatan rampung.

Berdasarkan data Posko Darurat Bencana per 25 Februari 2026, wilayah dengan akses terbatas berada di Kabupaten Tapanuli Utara dan Kabupaten Tapanuli Tengah.

Di Tapanuli Utara, lokasi terdampak berada di Kecamatan Sipaholon dan Parmonangan. Sedangkan di Tapanuli Tengah terdapat di Kecamatan Tukka dan Sibabangun.

Basarin menambahkan, pembangunan jembatan ditargetkan selesai pada Maret 2026, dengan catatan kondisi cuaca mendukung.

Jembatan yang dibangun menggunakan konstruksi baja dengan sistem rangka dan penimbunan tanah agar dapat dilalui kendaraan roda empat. Material disiapkan Pemprov Sumut, sementara peralatan didukung TNI.

Selain itu, Pemprov Sumut juga melakukan operasi modifikasi cuaca untuk mengantisipasi hujan ekstrem. Operasi dilakukan pada 18–21 Februari di Bandara Silangit dan Bandara Kualanamu.

Dalam kesempatan tersebut, Basarin menyampaikan total masyarakat terdampak bencana di Sumut mencapai 479.047 kepala keluarga atau 1.803.725 jiwa. Pengungsi tercatat 909 kepala keluarga atau 3.506 jiwa. Selain itu, korban meninggal dunia sebanyak 376 jiwa, luka-luka 4 orang, dan hilang 40 orang.

Pemprov Sumut mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem serta mengikuti arahan petugas di lapangan. (SP/ Ed JB)

 
tutup Iklan
tutup Iklan