Notification

×

Indeks Berita

Tag Terpopuler

✕ Tutup Iklan

Cheng Beng, Ketua DPRD Medan Doakan Leluhur Bersama Keluarga Besar di Rantau Prapat

05 April 2026 | Minggu, April 05, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-04-05T03:48:04Z
Ketua DPRD Kota Medan Drs Wong Chun Sen Tarigan,M.Pd.B saat Cheng  Beng bersama keluarga di pekuburan Rantau Perapat

 
Rantau Prapat, detik86news.com – Dalam rangka memperingati tradisi Cheng Beng, Ketua DPRD Kota Medan, Wong Chun Sen Tarigan, bersama keluarga besarnya melaksanakan ziarah kubur di Rantau Prapat, Jumat (3/4).

Ziarah tersebut dilakukan di dua lokasi pemakaman Tionghoa, yakni Perkuburan Budi Luhur Perlayuan dan Perkuburan Perisai, serta dilanjutkan di Vihara Avalokitesvara di Jalan Jawa, Rantau Prapat.

Cheng Beng merupakan tradisi tahunan masyarakat Tionghoa yang sarat makna penghormatan kepada leluhur. Dalam momen ini, keluarga berkumpul untuk membersihkan makam, berdoa, serta memberikan persembahan sebagai bentuk bakti dan penghormatan kepada orang tua dan nenek moyang.

Tradisi ini umumnya jatuh pada tanggal 4 atau 5 April dan menjadi simbol kuatnya nilai kekeluargaan lintas generasi.

Wong Chun Sen menyampaikan bahwa Cheng Beng dan perayaan Imlek selalu menjadi momen penting untuk mempererat kebersamaan keluarga besar, sekaligus mengenang jasa para pendahulu.

“Ini adalah wujud bakti (xiao) kepada leluhur, bukan penyembahan berhala. Tradisi ini sarat makna penghormatan dan doa,” ujarnya.

Ia menjelaskan, dalam ritual tersebut biasanya terdapat berbagai persembahan seperti samsang (tiga jenis daging dari darat, air, dan udara), samguo (tiga jenis buah-buahan), serta minuman seperti teh dan arak (jiu). Selain itu, juga dilakukan pembakaran uang kertas sembahyang (kimci) sebagai simbol pengiriman bekal bagi leluhur di alam baka.

Suasana khidmat dan penuh kehangatan tampak saat seluruh anggota keluarga berkumpul di depan makam, memanjatkan doa secara bergantian. Mereka memohon kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar arwah leluhur mendapatkan tempat terbaik, serta mendoakan kesehatan, rezeki, dan kedamaian bagi keluarga yang ditinggalkan.

Di akhir kegiatan, Wong Chun Sen berharap tradisi Cheng Beng dapat terus dilestarikan oleh generasi berikutnya. Menurutnya, selain sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur, momen ini juga menjadi ajang mempererat tali silaturahmi dalam keluarga besar.

“Melalui Cheng Beng, kita tidak hanya mengenang leluhur, tetapi juga memperkuat ikatan persaudaraan antar keluarga,” pungkasnya. (BR).



 








 
tutup Iklan
tutup Iklan