![]() |
| Kadis PMD Dukcapil Sumut Parlindungan ( memegang mic) saat konferensi pers di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro, Medan, Rabu (8/4/2026). |
Medan, detik86news.com – Dari total 3.211 Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Sumatera Utara, hanya 22 unit yang masuk kategori maju. Data ini menunjukkan masih rendahnya kapasitas pengelolaan usaha desa di daerah tersebut.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Kependudukan dan Catatan Sipil (PMD Dukcapil) Sumut, Parlindungan Pane, mengatakan sebagian besar BUMDes masih berada pada tahap awal pengembangan.
Ia merinci, sebanyak 1.890 unit BUMDes masih berstatus perintis, 1.112 unit pemula, dan 187 unit berkembang.
“BUMDes memiliki peran penting dalam mendorong perekonomian desa, sehingga perlu terus diperkuat,” ujar Parlindungan saat konferensi pers di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro, Medan, Rabu (8/4/2026).
Untuk meningkatkan kapasitas tersebut, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menyiapkan program pelatihan bagi pengurus BUMDes.
Tahun ini, sekitar 400 pengurus BUMDes akan dilatih dengan materi manajerial, pengelolaan keuangan, hingga strategi pemasaran usaha.
Selain itu, Pemprov Sumut juga akan membentuk Klinik BUMDes Naik Kelas sebagai wadah pendampingan usaha, baik secara daring maupun luring, dengan melibatkan para ahli.
Upaya penguatan juga dilakukan dari sisi hukum dan tata kelola. Dinas PMD Dukcapil Sumut menggandeng Kejaksaan melalui program Jaksa Masuk Desa.
“Dana desa diharapkan menjadi pemacu kemandirian serta meningkatkan kepatuhan administrasi dan hukum,” katanya.
Parlindungan menambahkan, peningkatan kualitas BUMDes membutuhkan kolaborasi berbagai pihak agar mampu berkembang dan berkontribusi terhadap ekonomi desa.(JMC)
