![]() |
| Komisi II DPRD Kota Medan saat RDP bersama Dinas Perpustakaan dan Kearsipan |
Medan, detik86news.com – Komisi II DPRD Kota Medan prihatin atas masih minimnya alokasi anggaran untuk Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Medan.
Dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Dinas Perpustakaan, terungkap bahwa anggaran yang tersedia saat ini sangat terbatas. Bahkan, realisasi anggaran dinilai belum mampu mengakomodasi kebutuhan dasar, baik untuk pengembangan fasilitas maupun pelaksanaan program literasi.
Ketua Komisi II DPRD Medan, Kasman Bin Marasakti Lubis, Selasa (7/4/2026), menegaskan bahwa kondisi tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah, karena perpustakaan memiliki peran strategis dalam mencerdaskan kehidupan masyarakat.
“Kalau kita lihat dari anggarannya, memang masih sangat kecil. Ini cukup miris. Padahal perpustakaan adalah jendela dunia yang sangat penting untuk meningkatkan minat baca masyarakat,” ujarnya.
Kasman menambahkan, Komisi II DPRD Medan akan mendorong penambahan anggaran pada pembahasan berikutnya, seiring dengan fungsi pengawasan dan penganggaran yang dimiliki legislatif.
Selain persoalan anggaran, Komisi II juga memberi perhatian serius terhadap kondisi fasilitas perpustakaan yang dinilai belum sepenuhnya nyaman bagi pengunjung.
Menurutnya, kenyamanan ruang baca menjadi faktor penting dalam menarik minat masyarakat, khususnya generasi muda.
Kasman juga mengungkapkan bahwa ketersediaan buku, terutama untuk anak-anak dan remaja, masih sangat terbatas. Buku-buku seperti komik edukatif, animasi, serta bacaan ringan yang mendidik dinilai masih minim jumlahnya, padahal jenis tersebut efektif dalam menumbuhkan minat baca sejak dini.
Sementara itu, Plt Kaban Perpustakaan dan Kearsipan Kota Medan, Laksamana Putra Siregar, mengakui bahwa keterbatasan anggaran menjadi tantangan utama dalam menjalankan berbagai program yang telah direncanakan.
Selain itu, pengembangan pojok baca di tingkat kecamatan juga akan terus didorong, meskipun diakui belum seluruh wilayah memiliki fasilitas tersebut secara memadai.
"Kita akan koordinasikan agar setiap kecamatan memiliki pojok baca yang layak, sehingga akses masyarakat terhadap buku semakin mudah,” jelasnya. (BR).
