![]() | |
| Azizul Kholis ( baju putih) saat Konferensi pers terkait Geofest ke-7 di Kantor Gubernur Sumut, Medan, Selasa (23/6/2026) |
Medan, detik86news.com – Danau Toba akan menjadi pusat perhatian komunitas geopark dunia setelah ditetapkan sebagai tuan rumah Geotourism Festival and International Conference (Geofest) ke-7 yang berlangsung pada 1–5 Juli 2026. Ajang internasional ini akan dimanfaatkan Toba Caldera UNESCO Global Geopark untuk memperluas kerja sama dengan berbagai geopark di kawasan Asia Pasifik sekaligus memperkuat posisi Kaldera Toba dalam jaringan geopark dunia.
General Manager Toba Caldera UNESCO Global Geopark, Azizul Kholis, mengatakan kerja sama tersebut akan dicanangkan melalui penandatanganan kesepakatan dengan sejumlah geopark dari berbagai negara.
“Kita akan memperkuat kerja sama dengan geopark lainnya, misalnya Geopark Lenggong, Langkawi, geopark di Thailand, Filipina dan lainnya. Kerja samanya akan dicanangkan pada saat Geofest ke-7,” kata Azizul Kholis saat konferensi pers di Kantor Gubernur Sumut, Medan, Selasa (23/6/2026).
Menurut Azizul, penguatan jaringan internasional tersebut diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan serta membuka peluang Kaldera Toba masuk dalam paket wisata geopark kawasan Asia Pasifik.
Geofest ke-7 akan dipusatkan di tiga kabupaten kawasan Danau Toba, yakni Kabupaten Simalungun, Kabupaten Samosir, dan Kabupaten Karo. Kegiatan ini akan diisi berbagai agenda, antara lain penandatanganan kerja sama antar-UNESCO Global Geopark, seminar penguatan tata kelola geopark, peresmian geosite baru, serta forum ilmiah internasional.
Selain memperluas jejaring internasional, Toba Caldera UNESCO Global Geopark juga berencana menambah sedikitnya 40 geosite baru di kawasan Kaldera Toba.
Penambahan geosite tersebut diharapkan dapat memperkaya destinasi wisata dan memperpanjang lama tinggal wisatawan di kawasan Danau Toba.
“Kita akan tambah geosite Kaldera Toba 40 lagi, jadi pengunjung punya pilihan yang lebih banyak dan juga akan menambah waktu kunjungan,” ujar Azizul.
Ia menambahkan rangkaian Geofest ke-7 berlangsung dalam beberapa tahapan, mulai dari pra-kegiatan di Raja Ampat, kegiatan utama di Danau Toba, hingga pascakegiatan di Lenggong, Malaysia.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Disbudparekraf Sumut, Adryanta Putra Ginting, memastikan Pemprov Sumut mendukung penuh penyelenggaraan Geofest ke-7 karena dinilai berpotensi memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat.
"Kita akan berikan dukungan penuh apalagi ini skalanya sudah internasional. Mudah-mudahan akan mendorong perekonomian lokal, jumlah kunjungan dan juga popularitas Danau Toba di dunia,” kata Adryanta.
Penyelenggaraan Geofest ke-7 diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat citra Danau Toba sebagai destinasi geowisata kelas dunia sekaligus meningkatkan daya saing kawasan tersebut di tingkat internasional.(JB).
