Notification

×

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Reses DPRD Medan Dapil 5, Warga Keluhkan Drainase, Jalan Rusak dan Bansos

01 September 2026 | Selasa, September 01, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-01T08:47:16Z
Anggota DPRD Kota Medan Rommy Van Boy S.H (ft)




MEDAN, detik86news.com — Persoalan drainase, jalan rusak, bantuan sosial (bansos), penerangan jalan, air bersih hingga keamanan menjadi aspirasi utama masyarakat yang disampaikan dalam laporan reses anggota DPRD Kota Medan Daerah Pemilihan (Dapil) 5 pada Rapat Paripurna DPRD Kota Medan, Senin (31/8/2026).

Laporan reses tersebut disampaikan anggota DPRD Kota Medan dari Dapil 5, Rommy Vanboy, yang mencakup wilayah Medan Johor, Medan Polonia, Medan Selayang, Medan Sunggal dan Medan Tuntungan. Kegiatan reses dilaksanakan pada 25–26 Juli 2026.

Kami turun ke lapangan untuk menerima dan menghimpun aspirasi masyarakat. Berbagai persoalan yang disampaikan warga akan menjadi bahan pokok-pokok pikiran DPRD untuk diteruskan kepada Pemerintah Kota Medan, sehingga dapat menjadi pertimbangan dalam perencanaan pembangunan.” kata Rommy dalam penyampaian laporan reses di rapat paripurna.

Menurut Rommy, persoalan infrastruktur menjadi salah satu aspirasi yang paling banyak disampaikan masyarakat. Warga mengusulkan pengorekan dan perbaikan drainase di sejumlah kawasan, antara lain Jalan Parang 1, Jalan Sukadalam, Pasar 7, Jalan Puskesmas 1, Jalan Bunga Rampai 3 dan Jalan Luku 1.

Warga juga meminta pengaspalan sejumlah ruas jalan yang rusak, termasuk Jalan Nusa Indah di Kelurahan Asam Kumbang serta Jalan Pinang Baris, Gang Buntu, Kelurahan Lalang.

Aspirasi masyarakat tidak hanya terkait jalan dan drainase. Warga juga menyampaikan persoalan bansos, penerangan jalan, air bersih, pendidikan, kesehatan, lapangan kerja dan keamanan lingkungan. Semua usulan ini kami catat untuk ditindaklanjuti sesuai kewenangan dan skala prioritas.” ujar Rommy.

Dalam bidang sosial, warga menyampaikan masih terdapat keluarga kurang mampu yang belum menerima bansos atau mengalami penghentian bantuan akibat persoalan pendataan dan klasifikasi desil. Warga meminta pendataan ulang agar bantuan pemerintah lebih tepat sasaran.

Di bidang keamanan, masyarakat mengusulkan pengaktifan kembali pos keamanan lingkungan (poskamling), pemasangan polisi tidur serta perbaikan lampu penerangan jalan umum (LPJU). Keluhan terkait dugaan begal dan jambret juga disampaikan warga di sejumlah kawasan.

Aspirasi lainnya meliputi pemasangan jaringan pipa air bersih, peningkatan pelayanan kesehatan, revitalisasi fasilitas sekolah, bantuan pendidikan, program keterampilan bagi anak putus sekolah serta bantuan permodalan bagi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Rommy mengatakan seluruh aspirasi tersebut selanjutnya akan dituangkan dalam pokok-pokok pikiran DPRD melalui sistem informasi pembangunan daerah dan diteruskan kepada Pemerintah Kota Medan melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda).

Kami berharap Pemerintah Kota Medan dapat menentukan skala prioritas dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat, terutama yang menyangkut kebutuhan dasar seperti infrastruktur, perlindungan sosial, pelayanan publik dan keamanan lingkungan.” pungkasnya.(BR).

 
tutup Iklan
tutup Iklan