Notification

×

Indeks Berita

Tag Terpopuler

✕ Tutup Iklan

Lily Dorong Bapenda Medan Lakukan Inovasi untuk Tingkatkan PAD

03 Juni 2026 | Rabu, Juni 03, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-06-03T00:19:01Z
Anggota DPRD Kota Medan Dr.Dra.Lily,MBA,MH





Medan, detik86news.com – Anggota DPRD Kota Medan, Dr. Dra. Lily, MBA, MH, yang tergabung dalam Panitia Khusus (Pansus) Peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), mendorong Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Medan untuk melakukan berbagai inovasi guna mengoptimalkan penerimaan PAD.

Menurut Lily, hasil penelusuran dan kunjungan lapangan yang dilakukan Pansus menunjukkan masih terbukanya peluang besar untuk meningkatkan pendapatan daerah dari berbagai sektor pajak dan retribusi.

"Kami sudah melakukan penelusuran dan sejumlah kunjungan. Dari hasil temuan di lapangan, peluang peningkatan PAD Kota Medan masih sangat besar. Karena itu, kami berharap Bapenda dapat melakukan berbagai inovasi untuk mengoptimalkan potensi tersebut," ujar Lily kepada Wartawan, Selasa (2/6/2026).

Politisi PDI Perjuangan itu mengungkapkan, Pansus menemukan masih adanya potensi kebocoran PAD yang perlu segera diantisipasi melalui pengawasan yang lebih maksimal dan sistem pengelolaan yang lebih transparan.

Menurutnya, salah satu langkah yang perlu dilakukan Bapenda adalah mempercepat digitalisasi sistem perpajakan daerah guna meminimalkan potensi kebocoran penerimaan.

"Bapenda perlu memperkuat digitalisasi sistem, termasuk mendorong pembayaran pajak secara non-tunai dan pelaporan pajak secara online. Langkah ini dapat meningkatkan transparansi sekaligus memudahkan wajib pajak dalam memenuhi kewajibannya," katanya.

Selain digitalisasi, Lily juga menekankan pentingnya pemutakhiran data wajib pajak secara berkala, khususnya untuk sektor Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) serta Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).

Menurutnya, pembaruan data yang akurat akan membantu pemerintah daerah memetakan potensi pajak secara lebih optimal dan meningkatkan penerimaan daerah dari sektor tersebut.

Tidak hanya itu, Lily juga menyoroti pentingnya optimalisasi pemanfaatan aset daerah dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sebagai salah satu sumber PAD yang potensial.

Ia menilai masih terdapat sejumlah aset milik pemerintah daerah yang dapat ditata ulang, direvitalisasi, atau dimanfaatkan secara produktif sehingga memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi dan mampu memberikan kontribusi terhadap pendapatan daerah.

"Pengelolaan aset daerah harus dilakukan secara maksimal. Aset-aset yang selama ini kurang produktif perlu ditata kembali agar dapat menghasilkan pendapatan bagi daerah," ujarnya.

Lily juga mendorong Pemerintah Kota Medan untuk memberikan kemudahan investasi dan berbagai insentif yang dapat menarik investor baru menanamkan modal di Kota Medan.

Menurutnya, masuknya investasi baru akan berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan pada akhirnya meningkatkan penerimaan pajak dari berbagai sektor usaha.

"Semakin banyak investasi yang masuk, maka potensi penerimaan daerah dari sektor restoran, hotel, hiburan, dan sektor usaha lainnya juga akan meningkat," katanya.

Lebih lanjut, Lily menyebutkan bahwa sejumlah sektor masih memiliki potensi besar untuk mendongkrak PAD Kota Medan, di antaranya sektor restoran, perparkiran, reklame, pemanfaatan aset milik pemerintah daerah, serta sektor perhotelan.

"Intinya, sumber PAD dari restoran, parkir, reklame, pemanfaatan aset milik Pemko Medan, dan hotel masih memiliki peluang besar untuk terus ditingkatkan," ujarnya.

Selain melakukan intensifikasi perpajakan melalui optimalisasi pemungutan terhadap wajib pajak yang sudah ada, Lily juga mendorong Bapenda melakukan ekstensifikasi perpajakan dengan memperluas basis wajib pajak baru.

Menurutnya, langkah tersebut perlu dilakukan secara berkelanjutan agar target penerimaan daerah dapat tercapai sekaligus mendukung pembangunan Kota Medan di berbagai sektor.

"Peningkatan PAD tidak hanya dilakukan melalui intensifikasi, tetapi juga dengan memperluas basis wajib pajak baru yang memiliki potensi memberikan kontribusi terhadap pendapatan daerah," pungkasnya.(BR).

 
tutup Iklan
tutup Iklan