Notification

×

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Prabowo Targetkan BUMN Dipangkas, Tersisa Sekitar 250–300 Perusahaan

15 Agustus 2026 | Sabtu, Agustus 15, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-15T07:03:49Z
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto (ft ist).

 
MEDAN, D86N – Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah terus melakukan restrukturisasi dan perampingan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk meningkatkan efisiensi dan memastikan perusahaan negara memberikan manfaat bagi masyarakat.

Dalam pernyataannya sebelumnya, Prabowo menyebut jumlah BUMN yang saat itu lebih dari 1.000 perusahaan akan dipangkas hingga tersisa sekitar 250–300 perusahaan.

"Dari seribu lebih BUMN, sekarang kita sudah tutup lebih dari 200. Nantinya kita akan bikin tinggal 300. Ujungnya nanti 250,” kata Prabowo.

Prabowo juga menyebut pemerintah akan menutup lebih dari 750 BUMN yang dinilai tidak efisien dan tidak memberikan keuntungan. Penataan tersebut dilakukan agar perusahaan negara lebih rasional, efisien, transparan dan bekerja untuk kepentingan rakyat.

Menurut Prabowo, selama ini terdapat BUMN yang tidak menghasilkan keuntungan, tetapi tetap menanggung biaya operasional, termasuk gaji direksi dan komisaris.

Ia menilai pengurangan jumlah perusahaan akan menekan biaya overhead sekaligus meningkatkan efisiensi pengelolaan BUMN.

Dalam perkembangan berikutnya, pemerintah juga melaporkan proses pemangkasan ratusan entitas BUMN sebagai bagian dari penataan perusahaan negara. Prabowo menargetkan proses restrukturisasi tersebut dapat diselesaikan pada 2026.

Prabowo menegaskan BUMN harus dikelola secara profesional dan transparan karena perusahaan negara merupakan milik seluruh rakyat Indonesia.

"Kita mau sekarang rasional, efisien,” ujar Prabowo.

Pemerintah berharap restrukturisasi tersebut dapat memperkuat kinerja BUMN, meningkatkan penerimaan negara dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.( JMC/Wartawan Istana Maimoon)

 
tutup Iklan
tutup Iklan